Langsung ke konten utama

cara Mudah Menanam Empon-empon

Manfaat empon-empon
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empon-empon adalah rimpang yang digunakan sebagai ramuan tradisional. Rimpang adalah batang tanaman yang menjalar ke bawah tanah. Batang ini menghasilkan kuncup ke arah atas dan akar ke bawah.
Sebagian bumbu dapur yang Anda gunakan sehari-sehari tergolong sebagai rimpang. Contoh rimpang antara lain jahe, serai, serta lengkuas. Kencur, kunyit, dan temulawak yang sering diolah menjadi jamu juga termasuk dalam kelompok tanaman ini.
Jahe, kunyit, dan temulawak yang menjadi bahan empon-empon memang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan.
Adapun manfaatnya :
1. Mencegah infeksi bakteri
2. Mencegah peradangan
3. Melindungi tubuh dari radikal bebas
4. Meningkatkan daya tahan tubuh
5. Menjaga kesehatan pencernaan

Ciri empon-empon
  • Mahkota pada suku empon-emponan terdiri dari tiga helai di mana setiap helai memiliki bibir yang menghadap benang sari dan kelopaknya berbentuk tabung.
  • Memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga.
  • Rimpang suku empon-emponan atau zingiberaceae tempat tumbuh batang menjalar di dalam tanah.
Klik dibawah untuk menampilkan vidio

Cara budidaya atau menanam empon-empon merah pada umumnya dilakukan di lahan kebun atau ladang tetapi bisa juga melalui media karung, polybag dan dengan teknik veltikultur. Jika menanan di lahan tanman hanya dilubangi (kira-kira 1 pacul saja). Pada lubang diberi pupuk organik yang sudah difermentasi. Selanjutnya dilkukakan pen anaan. Jika menggunakan karung/polybag sebagai langkah awal dalam budidaya tanaman ini kita harus mempersiapkan media tanam yang akan digunakan bisa memakai media tanam polybag, namun jika merasa agak sulit kalian bisa menggunakan karung bekas saja. Setelah media tanam disiapkan, lalu mengisi karung atau polybag tersebut dengan arang sekam, tanah dan pupuk organik, bisa campurkan semua itu dengan komposisi 1:1:1, usahakan tercampur rata. Polybag diisi hanya seperepat atau sepertiga, selanjutnya diisi sesuai dengan pertumbuhan tanaman.

Setelah tunas tumbuh maka selanjutnya adalah memindahkan tanaman empon-empon merah ke dalam media tanam yang sudah dipersiapkan. Setelah itu tutup dengan tanah sedikit saja sekitar 3-5 cm atau tutup media jerami kering dengan ketebalan yang sama.Lakukan penyiraman bibit yang sudah dipindah ke media tanam secara teratur dan tempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Ketika tunas empon-empon sudah tumbuh besar baru tanaman bisa dipindahkan ke tempat terbuka. Pemeliharaan dan perawatan tanaman sangat penting untuk menunjang berhasil atau tidaknya suatu tanaman yang akan di budidayakan. Salah satu cara yang terpenting adalah dengan menyiram bibit empon-empon yang baru mulai tumbuh apalagi bila musim kemarau maka penyiraman harus rutin dilakukan setiap hari. Anda harus melakukan penyiraman rutin sampai tanaman berusia 0-3 bulan.

Untuk perawatan selanjutnya yaitu lakukan penyiangan sampai tanaman menginjak usia 4 bulan. Penyiangan ini dilakukan untuk menjaga agar tanaman tidak diganggu oleh gulma penganggu yang menyedot kandungan unsur hara tanah yang seharusnya hanya untuk tanamn empon-empon.

Selanjutnya agar tanaman empon-empon bisa tumbuh dengan subur bisa dilakukan pemupukan agar kandungan nutrisi dalam tanah terjaga. Berikan pupuk organik pada tanaman empon-empon merah kalian di usia 2 bulan dengan dosis kurang lebih 1/5 dari kapasitas media tanam karung. Untuk hasil lebih maksimal bisa melakukan pemupukan sebanyak 3 kali sampai panen tiba. Empon-empon siap untuk dipanen ketika berusia sekitar 10-12 bulan. Tapi sebenarnya untuk maksimal masa panen yang baik bisa memanen di usia satu tahun karena dengan memanen empon-empon merah di usia satu tahun bisa mendapatkan hasil panen yang benar-benar sudah tua sehingga rimpang empon-empon merah bertambah berat. Untuk cara panen dengan menggunakan media karung atau polybag sangatlah mudah,tinggal membuka karung atau polybag tersebut lalu tinggal ambil rimpang empon-empon, setelah itu bilas dengan air bersih. Pada tanaman dilahan tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang empon-empon terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci. Sesudah itu empon-empon dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar

Sedangkan waktu pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan empon-empon itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila empon-empon untuk dipasarkan maka dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering.

Daftar pustaka

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/98971/BUDIDAYA-EMPON-EMPON/#:~:text=Cara%20budidaya%20atau%20menanam%20empon,pupuk%20organik%20yang%20sudah%20difermentasi.

https://hellosehat.com/infeksi/covid19/apa-itu-empon-empon/?amp=1

https://www.sehatq.com/artikel/empon-empon





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidroponik

Hidroponik merupakan penanaman dengan menggunakan dengan media air. Bahkan didalam hidroponik ini tidak memerlukan tempat yang luas. caranya : Bahan yang digunakan: Botol Bekas Pemotong/ cutter Kasa/ Kain flanel Tanah kandungan kompos Tanaman  vidio  Penanaman Hidroponik